Merantau Ke Surabaya

Tidak dapat ku ingat pasti tahun berapa pertama kali aku menjejakkan kaki ke Surabaya, ibu kota Jawa Timur (negeri kedua terbesar di Jawa) ini. Mungkin sekitar 2007 – 2008 begitu. Sebagai perkongsian saja, setelah yang pertama ini, aku ke Surabaya lagi sebanyak 8 kali. Buat apa sih sering main ke Surabaya? Jadi, kenapa baru sekarang mahu menulisnya?

Ntahlah…. Nostalgia mungkin? saya sedang terpesona mendengar Iwan Fals mendendangkan “Manusia Setengah Dewa”. Berkeluh-kisah tentang political struggles dan kesempitan hidup rakyat marhaen Indonesia. Iwan ini, salah seorang penyanyi Indo yang saya gemari. Ah…. sekarang ini dia sedang merayu ku pula ~ Katanya “Sayangku ~ Izinkan Aku Menyayangimu”.

Lol.

Surabaya. Dulu  pernah ku dengar nama itu tapi sinonim dengan “Kebaya Surabaya” saja. Rupa-rupanya ia Kota Pahlawan! Punya peran yang besar dalam perjuangan memerdekakan Indonesia di zaman revolusi. Saya tidak heran. Rata-rata warga Surabaya yang aku kenal, punya  jiwa yang kental, nasionalis namun santun.

Seharusnya,  aku bisa menyebut beberapa nama, tapi ingatan ku tidak lagi bersahabat. Memory obsolete kalau istilah sekarang. Mungkin data overload, terpaksa deleted some memory! Maaf ya, kamu tetap saja menjadi sebahagian dari lembaran sejarah dalam hidupku. Cerita bersama kamu, tetap disebut, saat aku bercerita tentang Surabaya.

” Jayne…. mari temani aku ke Surabaya”

Kakak sepupuku mengajak. Aku masih ingat masa itu aku sedang online membaca cerita bagaimana Tun M gagal jadi perwakilan ke PAU di zaman Pak Lah menjadi PM.

“Ah… mendadak amat…. aku lagi kering ni”

“Ngak apa2…. aku taksir kamu…temani aja….kita lawat makam Wali Songo!”

Wali Songo? Iya. Itulah. Kakipun jejak di Bandara Juanda International.

Kami disambut oleh supir taxi dari Bluebird. Orangnya kelihatan keren juga dan sangat santun. Namanya Bachirul. Setelah menanya-nanya apa makanan ciri khas Surabaya, dibawanya kami mampir di satu gerai…”terkenal bu… biar gerainya kecil tapi selalu penuh. Para celebrity juga banyak yang makan di situ. Tumpuan artis”. Katanya harus coba rasain “Rawon Setan”. Makanan trademark di situ.

Ahh… rawon setan ini, lebih kurang macam sup tulang | daging tapi kuah sup nya agak pekat hitam. Boleh dikatakan sedap juga. Seusai makan, kami dihantar ke hotel penginapan ~ Grand Hyatt Surabaya untuk check in. Setelah check-in, kami minta di bawa pusing2 keliling kota. Yang saya ingat, masuk ke lorong “Locality”. Lebih kurang macam redlight area. Sarang pelayanan di mana perempuan2 (pelbagai peringkat usia, rupa paras, saiz badan dsb) dipamerkan dibalik rumah kaca. Ada yang cantik tidak kurang juga yang cuma layak jadi pembantu kali ya. Ceritanya, ramai juga menjadi mangsa pemerdagangan dan juga tertipu dijanjikan pekerjaan rupa2nya dijebakkan jadi pelacur.

Ah….. btw Locality itu kini telah dirobohkan. Tiada lagi.

Cuba untuk terus mengingati. Iya. kepada Bachirul kami nyatakan tujuan kami untuk melawat Makam Wali Songo yang amat terkenal itu. Entah apa di hati Bachirul bila mendengar hasrat dan melihat penampilan kami. Pasti dalam hati kecilnya berbisik…..agak kontrasssss….. Hmmm… kenapa saya fikir begitu? saya tahu bukanlah niat dia untuk memperkecil niat kami. Tapikan, siapapun bisa kefikiran….

wali-songo-e1437726855975

SUNAN AMPEL

Makam pertama yang kami lawati ialah Sunan Ampel yang terletak di Ampel (harus melalui pasar Ampel untuk sampai ke Masjid Ampel). Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat, keturunan ke-19 dari Nabi Muhammad, menurut riwayat ia adalah putra Ibrahim Zainuddin Al-Akbar dan seorang putri Champa yang bernama Dewi Condro Wulan binti Raja Champa Terakhir Dari Dinasti Ming. Nasab lengkapnya sebagai berikut: Sunan Ampel bin Sayyid Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Sayyid Jamaluddin Al-Husain bin Sayyid Ahmad Jalaluddin bin Sayyid Abdullah bin Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin Sayyid Alwi Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin Sayyid Ali Khali’ Qasam bin Sayyid Alwi bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Alwi bin Sayyid Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid Isa bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Ali Al-Uraidhi bin Imam Ja’far Shadiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah. Sunan Ampel umumnya dianggap sebagai sesepuh oleh para wali lainnya. Pesantrennya bertempat di Ampel Denta, Surabaya, dan merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam tertua di Jawa. Ia menikah dengan Dewi Condrowati yang bergelar Nyai Ageng Manila, putri adipati Tuban bernama Arya Teja dan menikah juga dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning. Pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Condrowati alias Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo, berputera: Sunan Bonang,Siti Syari’ah,Sunan Derajat,Sunan Sedayu,Siti Muthmainnah dan Siti Hafsah. Pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning, berputera: Dewi Murtasiyah,Asyiqah,Raden Husamuddin (Sunan Lamongan,Raden Zainal Abidin (Sunan Demak),Pangeran Tumapel dan Raden Faqih (Sunan Ampel 2. Makam Sunan Ampel terletak di dekat Masjid Ampel, Surabaya ~ sumber Wikipedia).

Di pasentren ini kami luangkan  masa untuk membaca Surah Yasin dan bermunajat. Berdoa untuk apa2 hajat.

MAKAM SUNAN GIRI

Ziarah kami seterusnya  adalah ke Giri. Sunan Giri. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden ‘Ainul Yaqin dan Joko Samudro. Ia lahir di Blambangan tahun 1442, dan dimakamkan di desa Giri,Kebomas, Gresik.

Untuk sampai ke makam ini, anda terpaksa menaiki ratusan anak tangga kerana makam Giri terletak di atas bukit. Saya ingat2 lupa, tapi masjidnya tidak terlalu besar dan terkawal. Anda tidak boleh mengambil apa2pun dari tempat itu hatta walau sebutir batu pun kerana menjadi kebiasaan para fanatik yang menjadikan nya sebagai “azimat” (kecenderungan khurafat). Makam Sunan Giri tidak terletak di Masjid itu tapi di sebuah rumah kecil atas sebelah timur. Semasa kami menaiki rumah (makam) tersebut, memang sentiasa ramai yang berkunjung. Untunglah kami dapat tempat untuk duduk. Semasa di sini, ada keajaiban yang saya lihat. Seperti yang saya katakan, ruangan makam ini kecil sahaja tetapi orang ramai tidak putus2 naik untuk ziarah dan membaca surah2. Yang musykil, entah kemana duduknya pengunjung2 yang baru naik tadi sedangkan ruangan itu sudah penuh? Mashallah.. Allah knows best.

MAKAM SUNAN GRESIK

Makam Maulana Malik Ibrahim yang dikenali Sunan Gresik adalah makam ketiga dan terakhir yang kami lawati. Semasa sampai di makam ini, tercium semerbak haruman yang sungguh wangi.

Maulana Malik Ibrahim adalah keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad. Ia disebut juga Sunan Gresik, atau Sunan Tandhes, atau Mursyid Akbar Thariqat Wali Songo . Nasab As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim Nasab Maulana Malik Ibrahim menurut catatan Dari As-Sayyid Bahruddin Ba’alawi Al-Husaini yang kumpulan catatannya kemudian dibukukan dalam Ensiklopedi Nasab Ahlul Bait yang terdiri dari beberapa volume (jilid). Dalam Catatan itu tertulis: As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin As-Sayyid Barakat Zainal Alam bin As-Sayyid Husain Jamaluddin bin As-Sayyid Ahmad Jalaluddin bin As-Sayyid Abdullah bin As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin As-Sayyid Ali Khali’ Qasam bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Ubaidillah bin Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin Al-Imam Isa bin Al-Imam Muhammad bin Al-Imam Ali Al-Uraidhi bin Al-Imam Ja’far Shadiq bin Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Al-Imam Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib, binti Nabi Muhammad Rasulullah

Ia diperkirakan lahir di Samarkand di Asia Tengah, pada paruh awal abad ke-14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah orang Jawa terhadap As-Samarqandy.[2] Dalam cerita rakyat, ada yang memanggilnya Kakek Bantal.

Maulana Malik Ibrahim memiliki, 3 isteri bernama:

1. Siti Fathimah binti Ali Nurul Alam Maulana Israil (Raja Champa Dinasti Azmatkhan 1), memiliki 2 anak, bernama: Maulana Moqfaroh dan Syarifah Sarah

2. Siti Maryam binti Syaikh Subakir, memiliki 4 anak, yaitu: Abdullah, Ibrahim, Abdul Ghafur, dan Ahmad

3. Wan Jamilah binti Ibrahim Zainuddin Al-Akbar Asmaraqandi, memiliki 2 anak yaitu: Abbas dan Yusuf.

Selanjutnya Sharifah Sarah binti Maulana Malik Ibrahim dinikahkan dengan Sayyid Fadhal Ali Murtadha [Sunan Santri/ Raden Santri] dan melahirkan dua putera yaitu Haji Utsman (Sunan Manyuran) dan Utsman Haji (Sunan Ngudung). Selanjutnya Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung) berputera Sayyid Ja’far Shadiq [Sunan Kudus].

Maulana Malik Ibrahim umumnya dianggap sebagai wali pertama yang mendakwahkan Islam di Jawa. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam dan banyak merangkul rakyat kebanyakan, yaitu golongan masyarakat Jawa yang tersisihkan akhir kekuasaan Majapahit. Malik Ibrahim berusaha menarik hati masyarakat, yang tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Ia membangun pondokan tempat belajar agama di Leran, Gresik. Ia juga membangun masjid sebagai tempat peribadatan pertama di tanah Jawa, yang sampai sekarang masjid tersebut menjadi masjid Jami’ Gresik. Pada tahun 1419, Malik Ibrahim wafat. Makamnya terdapat di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur.

Inilah kisah kami kali pertama trpanggil ke Surabaya. Selain kembara rohani, kami sempat juga berkunjung ke Plaza  Tunjungan, Pusat Grosir Jambatan Merah, Pasar Ampel, beberapa Mall lagi dan ke Sidoarjo. Di sini juga lah saya mula mencicipi makanan di Restaurant Bumbu Desa. For your info my dearest readers, makanan di Surabaya ini sangat sedap. Sesuai rasa  selera Malaysia.

Diakhir perjalanan, kami ketahui bahawa Bachirul ini sebenarnya seorang siswazah. Dulunya sebelum kemelesetan era 2004, merupakan seorang pejabat yang punya kedudukan bagus. Dijadikan cerita, akhirnya kami beranggapan sebagai saudara. Sekarang sudah lost contact, tapi kali terakhir kami di Surabaya, berjaya hubungi dia dan ketemuan dengan isterinya yang cantik dan anak2 yang comel.

Semoga suatu masa jika saya berkunjung lagi ke Kota Pahlawan ~ Kita bertemu lagi saudara ku.

*P.S Maaf tiada photo. Ntah mengapa aku tidak punya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: